METODE
GEOMAGNET
A. Pengertian Metode Geomagnet
Metode magnetik merupakan salahsatu
metode geofisika tertua yang mempelajari karakteristik medan magnet bumi. Sejak
lebih dari tiga abad yang lalu telah diketahui bahwa bumi merupakan magnet yang
besar. Bentuk bumi sendiri tidak benar-benar bulat dan material penyusunnyapun
tidak homogen, hal ini mengakibatkan perubahan-perubahan pada lintasan garis
gaya magnet. Penyimpangan inilah yang disebut anomali geomagnet. Metode
magnetik mendasari survei geofisika dalam pencarian jebakan mineral dan
struktur bawah permukaan bumi secara signifikan.
B.
Alat
Alat yang digunakan dalam metode
magnetik disebut dengan magnetometer. GSM
19T adalah peralatan standar proton magnetometer / gradiometer yang
dirancang supaya bisa di bawa-bawa dengan mudah atau di gunakan sebagai
base station sebagai alat pengamatan metode geofisika yang
berhubungan dengan medan magnet bumi, dan dapat juga di aplikasikan untuk
pengamatan geoteknik, eksplorasi arkeologi, pengamatan medan magnet, penelitian
gunungapi, dll.
Gambar 1. Bagian-bagian peralatan
Overhauser Magnetometer GSM-19T
Data dilapangan meliputi posisi titik pengamatan, serta nilai medan magnet total bumi dengan satuan nano tesla (nT) dari hasil pengukuran alat Magnetometer di lapangan dan di Base Station.
Base station berfungsi sebagai pengamatan medan magnet
disatu tempat secara berkesinambungan dengan cara menempatkan alat magnetometer
di suatu tempat yang relatif rendah dari gangguan dan tidak berpindah-pindah
dengan setingan pembacaan waktu tertentu. Di bawah ini merupakan contoh kurva
dari pembacaan di Base station:
Selain data base, yang utama adalah data lapangan yang
didapat dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat magnetometer di titik
tertentu pada area yang diinginkan, suapaya dapat diketahui penyebaran nilai
anomali magnetnya di daerah tersebut, seperti contoh gambar di bawah ini:
Gambar 3. Field Acquisition


Tidak ada komentar:
Posting Komentar