Kamis, 20 April 2017

METODE GEOMAGNET

METODE GEOMAGNET
A.     Pengertian Metode Geomagnet
Metode magnetik merupakan salahsatu metode geofisika tertua yang mempelajari karakteristik medan magnet bumi. Sejak lebih dari tiga abad yang lalu telah diketahui bahwa bumi merupakan magnet yang besar. Bentuk bumi sendiri tidak benar-benar bulat dan material penyusunnyapun tidak homogen, hal ini mengakibatkan perubahan-perubahan pada lintasan garis gaya magnet. Penyimpangan inilah yang disebut anomali geomagnet. Metode magnetik mendasari survei geofisika dalam pencarian jebakan mineral dan struktur bawah permukaan bumi secara signifikan.
B. Alat
          Alat yang digunakan dalam metode magnetik disebut dengan magnetometer. GSM 19T adalah peralatan standar proton magnetometer / gradiometer yang dirancang  supaya bisa di bawa-bawa dengan mudah atau di gunakan sebagai base station sebagai alat  pengamatan  metode geofisika yang berhubungan dengan medan magnet bumi, dan dapat juga di aplikasikan untuk pengamatan geoteknik, eksplorasi arkeologi, pengamatan medan magnet, penelitian gunungapi, dll.



Gambar 1. Bagian-bagian peralatan Overhauser Magnetometer GSM-19T

Data dilapangan  meliputi posisi titik  pengamatan, serta  nilai medan magnet total bumi dengan satuan nano tesla (nT) dari hasil pengukuran alat Magnetometer di lapangan dan di Base Station.
Base station berfungsi sebagai pengamatan medan magnet disatu tempat secara berkesinambungan dengan cara menempatkan alat magnetometer di suatu tempat yang relatif rendah dari gangguan dan tidak berpindah-pindah dengan setingan pembacaan waktu tertentu. Di bawah ini merupakan contoh kurva dari pembacaan di Base station:
Selain data base, yang utama adalah data lapangan yang didapat dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat magnetometer di titik tertentu pada area yang diinginkan, suapaya dapat diketahui penyebaran nilai anomali magnetnya di daerah tersebut, seperti contoh gambar di bawah ini:




Gambar 3. Field Acquisition

Tidak ada komentar:

Posting Komentar